Rabu, 16 Oktober 2013

original butterfly


Selasa, 01 Oktober 2013

tugas TIK Flash


Selasa, 24 September 2013



 Indahnya Dirimu
Hey kau yang berdiri disana
Tahukah ku disini penuh tanya
Mengapa begitu sempurna
Hingga detak jantungku
Berdebar-debar dengan begitu hebatnya

Angin seakan membawa ku menghampirimu
Demi satu niat ku ‘tuk selalu menjagamu
Tanpa tahu untuk apa ku membuang waktu

Woo.. ow.. indahnya dirimu
Ingin selalu bersamamu di setiap waktu
Habiskan sisa hidup denganmu

Andaikan dirimu dapat ku miliki sepenuhnya seutuhnya
Ku ‘kan selalu ada ‘tuk dirimu selamanya
Mengapa mulutku membisu (ku membisu)
Setiap saat ku ada di dekatmu
Inikah arti cinta bagiku (bagiku)
Yang selalu merasuki setiap malam dan mimpi-mimpi indahku

Indahnya dirimu
Ingin selalu bersamamu di setiap waktu
Habiskan sisa hidup denganmu
Andaikan dirimu dapat ku miliki sepenuhnya seutuhnya
Sepenuhnya seutuhnya, sepenuhnya seutuhnya, sepenuhnya seutuhnya
Ku ‘kan selalu ada ‘tuk dirimu selamanya

Selasa, 27 Agustus 2013

BURUNG HANTU

Burung hantu adalah kelompok burung yang merupakan anggota ordo Strigiformes. Burung ini termasuk golongan burung buas (karnivora, pemakan daging) dan merupakan hewan malam (nokturnal). Seluruhnya, terdapat sekitar 222 spesies yang telah diketahui, yang menyebar di seluruh dunia kecuali Antartika, sebagian besar Greenland, dan beberapa pulau-pulau terpencil.

Di dunia barat, hewan ini dianggap simbol kebijaksanaan, tetapi di beberapa tempat di Indonesia dianggap pembawa pratanda maut, maka namanya Burung Hantu. Walau begitu tidak di semua tempat di Nusantara burung ini disebut sebagai burung hantu. Di Jawa misalnya, nama burung ini adalah darès atau manuk darès yang tidak ada konotasinya dengan maut atau hantu. Di Sulawesi Utara, burung hantu dikenal dengan nama Manguni.

Burung hantu dikenal karena matanya besar dan menghadap ke depan, tak seperti umumnya jenis burung lain yang matanya menghadap ke samping. Bersama paruh yang bengkok tajam seperti paruh elang dan susunan bulu di kepala yang membentuk lingkaran wajah, tampilan "wajah" burung hantu ini demikian mengesankan dan kadang-kadang menyeramkan. Apalagi leher burung ini demikian lentur sehingga wajahnya dapat berputar 180 derajat ke belakang.

Umumnya burung hantu berbulu burik, kecoklatan atau abu-abu dengan bercak-bercak hitam dan putih. Dipadukan dengan perilakunya yang kerap mematung dan tidak banyak bergerak, menjadikan burung ini tidak mudah kelihatan; begitu pun ketika tidur di siang hari di bawah lindungan daun-daun.

Ekor burung hantu umumnya pendek, namun sayapnya besar dan lebar. Rentang sayapnya mencapai sekitar tiga kali panjang tubuhnya.

Bubo ketupu / buffy fish owl ( Ketupa ketupu )

Burung hantu berukuran besar (sekitar 45 cm), warna cokelat kekuningan dengan jumbai telinga mencolok. Tubuh bagian atas penuh dengan garis-garis/coretan (lurik) berwarna cokelat terang, dengan garis-garis hitam bertepi kuning tua. Tubuh bagian bawah berwarna kuning tua kemerahan dengan lurik hitam yang tebal.

Wilayah Persebaran :
Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Di negeri kita, hanya dijumpai di Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Bali (kadang terlihat di hutan dataran rendah).

Kebiasaan :
Umumnya aktif di malam hari, tetapi sebagian aktif di siang hari di tempat-tempat yang teduh dan gelap. Senang mandi dan berendam lama-lama di dalam air. Sebagian besar menangkap makanannya dari dalam air.

Makanan :
Ikan-ikan kecil, kodok, krustasea, mamalia dan reptil kecil.

Perkembangbiakan :
Sarang dibuat dalam lubang pohon yang rapuh, atau bekas sarang burung lain pada pohon yang tinggi, hanya bertelur 1 butir dan berukuran besar, bulat, berwarna putih dengan bercak-bercak kotor.

;;

By :
Free Blog Templates